Selasa, 20 November 2012

Pedoman Pemberian Makan Anak Usia 0-23 Bulan

Selamat malam pembaca setia Blog Gizi Kesehatan..
Apa kabar Anda hari ini? Semoga sehat selalu ya.. :)

Malam ini saya masih ingin berbagi ilmu hasil seminar di Jogja hari Minggu kemarin. Sebagian informasi hasil seminar "COMMON PROBLEM IN CHILDREN HEALTH" mengenai "5 Tatalaksana Demam pada Anak" bisa Anda dapatkan (klik di sini).

Dalam seminar yang dipandu oleh dr. Ardi Setiawan, SpA ini, menjelaskan pula tentang "Pedoman Pemberian Makanan pada Anak Usia 0-23 Bulan". So, simak penjelasan singkat tentang pedoman makan secara singkat untuk bayi yang diberi ASI Eksklusif sesuai usia Anda. Cekidot.... :)


Seminar tentang kesehatan anak yang saya ikuti hari Minggu, 18 November 2012 di Yogyakarta :)

Minggu, 18 November 2012

5 Langkah Penatalaksanaan Demam pada Anak

Alhamdulillaahh.. Karena malam ini bisa menulis lagi di blog ini (padahal sebenarnya cuma pengen sekalian review dari hasil seminar dan workshop yang hari ini saya ikuti) *eh, keburu lupa sih alasan sebenarnya* hehehe..

Ngomong-ngomong soal seminar dan workshop, saya mau berterima kasih dulu nih kepada saudari dr. Aprilian Candra Ayusita SS., karena sudah mau mentraktir saya ikutan workshop yang berjudul "COMMON PROBLEM IN CHILDREN HEALTH" *kapan-kapan mau deh ditraktir lagi, hwehehehe... :p

Seminar dan workshop ini dipandu oleh dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, SpA., MKes. (dr. Ardi), yang sehari-hari bekerja di RS Kasih Ibu Solo, dan merpakan founder @dokteranakkita dan pemilik situs www.drardisantoso.com

Nah, yang paling ingin saya tulis malam ini adalah soal masalah demam yang sering ditemui pada anak (tentu saja ini adalah bagian seuprit dari masalah-masalah yang disampaikan dalam seminar). Kenapa demam? Karena sepanjang pengetahuan saya, kok cukup sering ya dengar ada ibu-ibu yang anaknya demam, lantas buru-buru memberikan obat turun panas (mungkin kalau saya punya anak, begitu tahu kalau anak demam akan langsung memberikan obat juga sih andai belum mengikuti seminar ini, hehehe..

Padahal, demam pada anak itu (jika kita tahu langkah-langkahnya), bisa diturunkan tanpa obat sebelum mencapai suhu 38,5⁰C (jika tidak ada riwayat kejang). Berikut adalah 5 langkah penanganan demam pada anak sesuai dengan materi seminar yang saya ikuti:


This picture is baby Azka my nephew. So happy if our baby always healthy :)

Rabu, 14 November 2012

9 Faktor Agar Anda Sehat Optimal

Siapa sih, yang tidak ingin hidupnya nyaman, sejahtera lahir dan batin? Pasti semua ingin hidup seperti itu  bukan?

Itu belum seberapa, manusia pada umumnya (selain hidup nyaman, sejahtera lahir dan dan batin) pasti juga ingin mempunyai usia yang panjang (coba Anda ingat apa do'a yang biasa diucapkan seseorang saat berulang tahun, pasti terselip kata "semoga panjang umur"), hehehe..

Tidak puas dengan itu, sebagian besar manusia akan selalu berusaha agar dirinya menjadi "awet muda". Nah, manusia itu ternyata banyak maunya ya.. :-D

Untuk mencapai keinginan tersebut, manusia harus melakukan beberapa upaya terkait masalah kesehatan. Berikut ini akan saya sampaikan apa yang ada di dalam buku Krause's Food, Nutrition, & Diet Therapy tentang 9 hal yang perlu Anda perhatikan untuk mendapatkan kualitas hidup yang optimal seperti yang Anda harapkan, yaitu:

1. Penyakit
  • Beberapa penyakit akan menyebabkan Anda mengalami perubahan pola makan, terkadang menyebabkan Anda sulit untuk makan karena penyakit Anda tersebut.
  • Anda harus tahu bahwa 4 dari 5 orang dewasa mengalami penyakit yang disebabkan karena makanan. Maka perhatikan apa yang Anda makan bahkan sebelum Anda jatuh sakit.
  • Rasa sedih atau depresi yang terjadi pada 1 dari 8 orang dewasa bisa mempengaruhi nafsu makan, sistem pencernaan. Sangat jelas di sini bahwa Anda harus selalu berupaya untuk "bahagia" dan tidak mudah stress agar terhindar dari masalah kesehatan yang disebabkan karena perubahan pola makan.

Foto di atas adalah foto saat melakukan rekreasi ke Taman Wisata Ciater, Bandung. Foto tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan tulisan ini, tetapi ingin menyampaikan bahwa Anda sebaiknya melakukan rekreasi secara periodik untuk "refresh" jiwa dan raga Anda :-D

Selasa, 13 November 2012

Diet Hipertensi: Rendah Garam Dapur atau Garam Natrium?

Selamat Bogi (pembaca Blog Gizi), hehehe...

Semoga sehat selalu semuanya. aamiin.

Adakah keluarga, teman, atau kerabat Anda yang terkena hipertensi?
Kalau iya, tentunya disarankan untuk menjalankan diet RG (Rendah Garam), bukan?

Nah, apakah yang dimaksud dengan garam ini adalah hanya sebatas garam dapur yang sering digunakan untuk bumbu saja? Ataukah ada sumber makanan lain yang harus dibatasi konsumsinya untuk membantu mengendalikan tekanan darah?

Ok, marilah kita lurusakan dahulu, bahwa garam yang dimaksud di dalam diet Rendah Garam adalah garam natrium dan bukan hanya sebatas garam dapur, garam dapur hanyalah merupakan salah satu contoh bahan makanan yang mengandung natrium yang relatif tinggi. 
Sebenarnya garam natrium secara alamiah terdapat dalam makanan ataupun ditambahkan dalam masakan. Bahan makanan hewani (dari hewan) lebih banyak mengandung garam natrium dibandingkan dengan makanan yang berasal dari tumbuhan (nabati).

Bagaimana pendapat Anda tentang steak di atas? tinggi garam natrium atau tidak? :-D

Senin, 12 November 2012

7 Hal yang Sering Lupa Kita Lakukan dalam Menjaga Kesehatan

12 November adalah Hari Kesehatan Nasional.
Nah, sudah sehatkah Anda hingga saat ini?

Ehm, sehat yang saya maksud tentunya sehat secara jasmani ya, jika menyangkut kesehatan rohani itu memerlukan dukungan tokoh spiritual Anda atau memerlukan pemeriksaan khusus dari dokter spesialis kejiwaan. Hehehe.

Baiklah, pada kesempatan kali ini, saya ingin menuliskan hasil pengamatan sederhana saya tentang hal-hal yang sering kita sepelekan, namun sebenarnya hal-hal sepele tersebut jika dilakukan dengan baik akan memberikan manfaat yang besar untuk kesehatan Anda.

Yuk, mari kita intip apa saja hal-hal tersebut:
1. Melihat televisi dalam jarak dekat (< 3 meter)
        Seringkali kita lupa untuk bahwa mata kita perlu untuk dijaga. Mata adalah nikmat yang luar biasa besar dari Sang Pencipta agar kita bisa menikmati lalu mensyukuri kebesaran-Nya. Jarak dekat saat menonton televisi memaksa mata untuk berakomodasi lebih keras dibanding kita melohat dari jarak yang cukup (minima 3 meter). Jika menonton televisi dalam jarak dekat dibiarkan terlalu lama, maka risiko terbesar adalah mata mengalami gangguan berupa hipermethropy (rabun dekat).


Perhatikan kesehatan mata, bagi Anda yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer :)