Kamis, 11 Oktober 2012

Sedikit tentang Osteoporosis

Siang hari ini saya ingin menulis sedikit tentang osteoporosis. Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang osteoporosis bukan?

Yup, benar sekali bahwa osteoporosis merupakan suatu penyakit yang ditandai menurunnya massa dan mineral tulang, sehingga tulang menjadi rapuh, keropos, dan mudah patah. Daerah yang paling sering mengalami keretakan atau patah tulang akibat osteoporosis yaitu tulang belakang, pinggul, dan lengan bawah.

Osteoporosis perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius karena penyakit ini pada akhirnya akan membatasi gerak seseorang, membatasi aktifitas untuk melakukan berbagai macam aktivitas.

Penurunan massa tulang sebenarnya secara normal terjadi pada perempuan dia atas 40 tahun, jadi sebisa mungkin sebelum usia ini upaya-upaya pencegahan sebaiknya rutin dilakukan. Selanjutnya, berikut ini adalah siapa-siapa saja yang beresiko tinggi terkena osteoporosis:
  • Wanita usia menopause
  • Usia lanjut
  • Turunan (terdapat riwayat keluarga yang pernah menderita osteoporosis)
  • Kurang asupan kalsium
  • Kurang olahraga
  • Kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan cola
  • Konsumsi alkohol
  • Pengguna obat-obatan (steroid, phenobarbital, phenitoin, anti tiroid) dalam jangka waktu lama
  • Penyakit-penyakit tertentu seperti hati, gagal ginjal kronis, hipertiroid, dan hiperparatiroid

Rabu, 10 Oktober 2012

Tentang Penyakit Kardiovaskuler (Jantung dan Pembuluh Darah)

Pada kesempatan siang hari yang cerah ini, saya ingin berbagi informasi mengenai hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh seorang peneliti di Frammingham, Massachusetts tentang masalah penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) serta faktor-faktor yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Mmm, sebenarnya ide membagi informasi ini adalah untuk memojokkan para perokok sih ya, jujur saja saya sangat tidak respect kepada para perokok dan saya sangat mendukung semua bentuk gerakan anti-merokok. Hehehe. :D

Oke, to the point saja ya.....

Penelitian ini dilakukan selama lebih dari 35 tahun (cohort study) serta melibatkan jumlah sampel sebanyak 5.029 orang yang berusia 30 - 62 tahun. Adapun secara garis besar, hasil penelitian tersebut antara lain:

Tahun 1960 : Merokok diketahui dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.

Tahun 1961 : Kadar kolesterol, tekanan darah, hasil pemeriksaan jantung dengan elektrokardiogram yang abnormal dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.



Senin, 08 Oktober 2012

Perubahan Zat Gizi pada Nasi yang Disimpan dalam "Magic Jar"

Penggunaan Magic Jar untuk mempertahankan suhu nasi atau makanan lain agar tetap hangat, dewasa  ini sudah sangat meluas penggunaannya. Ya, benar saja karena dengan alat ini, ibu-ibu rumah tangga pada umumnya tidak perlu repot-repot menghangatkan nasi sehingga nasi tersebut tetap nikmat untuk disantap hangat-hangat.

Akan tetapi, satu hal yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa suhu dalam Magic Jar yang digunakan untuk menghangatkan nasi ini mencapai suhu 75⁰C. Suhu yang demikian tinggi ini, akan mengubah nilai-nilai gizi pada nasi yang disimpan selama 12-24 jam atau lebih. 

Dalam sebuah penelitian tentang pengaruh lama penyimpanan nasi dalam Magic Jar terhadap kadar protein, pati, gula reduksi dan kualitas fisik nasi, diketahui bahwa terdapat penurunan yang signifikan terhadap zat-zat gizi tersebut (kadar protein, pati, gula reduksi) apabila nasi disimpan dalam Magic Jar selama 12 jam sampai 24 jam. Pada umumnya, ibu-ibu hanya akan memperhatikan perubahan kualitas fisik nasi setelah penyimpanan selama 24 jam yakni perubahan warna nasi menjadi sedikit kuning atau kusam padahal yang jauh lebih penting untuk diperhatikan adalah perubahan nilai gizi dari nasi yang disimpan itu sendiri.


Sabtu, 06 Oktober 2012

Cara Mengetahui Kebutuhan Energi dalam Sehari

Sampai saat Anda menemukan artikel ini, sudah pernahkah Anda menghitung berapa kebutuhan energi yang Anda butuhkan selama ini? Energi untuk membaca, menulis, jalan kaki, dan segudang aktifitas lainnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi mengenai bagaimana cara menghitung kebutuhan energi selama sehari. Ya, tentu saja cara hitungan secara umum saja ya, bukan perhitungan yang terlalu detail. Akan tetapi, bagaimanapun semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca setidaknya untuk membantu menyeimbangkan antara makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan energi yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk bekerja dengan normal sehingga tidak menjadi terlalu gemuk ataupun terlalu kurus :D

Komponen utama yang menentukan kebutuhan energi adalah Angka Metabolisme Basal (AMB) atau dikenal juga dengan Basal Metabolic Rate (BMR) dan aktifitas fisik. Komponen yang lain adalah pengaruh thermic makanan atau Spesific Dynamic Action of Food (SDA) yang jumlahnya sedikit sehingga dapat diabaikan.

AMB itu sendiri sangat dipengaruhi umur, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan. Ada beberapa cara untuk menghitung AMB ini, tetapi yang akan saya tuliskan di sini adalah perhitungan AMB menggunakan rumus Harris Bennedict (1919):

  • Laki-laki= 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)
  • Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

Keterangan :
BB = Berat Badan kg
TB = Tinggi Badan dalam cm
U = Umur dalam tahun



Rabu, 03 Oktober 2012

Tips-tips untuk Mencegah Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi)


Pada kesempatan kali ini, saya ingin menulis tentang penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang sering muncul di negara berkembang (seperti contohnya Indonesia tentunya). Hipertensi yang tidak terkontrol mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit degenerative seperti gagal jantung, gagal ginjal, dan penyakit vascular lainnya. Penyakit hipertensi sering disebut dengan “silent killer” karena pada banyak orang seringkali tidak menunjukkan gejala selama puluhan tahun, lalu mendadak menyebabkan stroke dan serangan jantung.
Hipertensi secara umum diartikan ketika seseorang mempunyai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan darah diastolic 90 mmHg atau lebih. Adapun klasifikasi secara khusus, yaitu:
1.       Optimal                      : sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg
2.       Normal                       : sistolik <130 mmHg dan diastolik <85 mmHg
3.       Normal-tinggi              : sistolik 130-139 mmHg atau diastolik 85-89 mmHg
4.       Hipertensi  
-          Stage 1                 : sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg
-          Stage 2                 : sistolik 160-179 mmHg atau diastolik 100-109 mmHg
-          Stage 3                 : ≥180 mmHg atau ≥110 mmHg

Hipertensi dibagi menjadi 2 jenis :
1.       Hipertensi primer (essensial) yaitu hipertensi yang tidak bisa ditentukan penyebabnya dan,
2.       Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan karena dampak dari penyakit lain.