Tampilkan postingan dengan label minuman energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minuman energi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

Makanan yang Menjadi Racun bagi Ginjal

     Pada bulan November tahun lalu, saya sangat beruntung karena berkesempatan untuk menghadiri Simposium Gizi yang diadakan di Yogyakarta yang bertema tentang Penyakit Ginjal Kronik. Penyakit ginjal kronik adalah istilah lain yang sering dikenal masyarakat dengan penyakit gagal ginjal yang sudah menahun. Penyakit ini bisa dikatakan penyakit yang serius karena pada stadium akhir, penderita penyakit ini harus melakukan cuci darah seumur hidupnya.

Ada berbagai macam penyebab timbulnya penyakit gagal ginjal ini, yaitu :
  1. Hipertensi (tekanan darah tinggi) yaitu tekanan darah >120/80 mmHg
  2. Diabetes Mellitus (penyakit gula darah)
  3. Penggunaan obat-obatan secara bebas tanpa resep dokter
  4. Konsumsi makanan dan minuman yang “salah”
  5. Dan penyakit-penyakit tertentu lainnya.
    Ada beberapa hal yang selama ini kita “sepelekan” mengenai kesehatan ginjal ini terutama soal makanan dan minuman yang menjadi “racun” bagi ginjal. Hal ini dikarenakan kurangnya pendidikan gizi pada masyarakat pada masalah penyakit ginjal ini.

     Pada simposium yang saya ikuti ini, disebutkan 2 jenis makanan dan minuman yang merupaka racun bagi ginjal yaitu :

1. Jengkol dan Pete

         Nah loo.. enak banget kan kalau makan semur jengkol ini. Atau makan lalapan pete? Tapi perlu diingat ya, asam yang ada di dalam jengkol dan pete ini ternyata bisa meracuni ginjal. Mmm, bisa dibayangkan kan baunya air seni setelah konsumsi makanan ini?
       Gini deh, air seni kan lewat ginjal proses pembuangannya, dan seperti yang kita ketahui zat-zat yang ngga berguna bagi tubuh tu pasti akan dikeluarkan oleh tubuh, gampangnya kalau zat yang baunya “sedap” karena makan jengkol itu dibuang oleh tubuh kita berarti dia ngga berguna di dalam tubuh kita, bukan? Dan ginjal lah yang harus kerja berat untuk mengolahnya agar bisa dibuang lewat air seni.